Beberapa hal lebih mengganggu dengan sebuah lagu yang menenangkan atau speech yang berapi api dibandingkan dengan feedback yang sangat menyakitkan. Amplifier feedback muncul ketika microphone menghasilkan suara dari speaker dan memantulkan suara itu kembali kedalam system, mengamplifikasikannya lagi dan lagi. Hal ini terjadi sangat cepat dengan suara yang memantul kembali 1,000 kali per detik yaitu feedback. Tergantung pada frekuensi yang dipantulkan, amplifier feedback dapat menjadi sebuah raungan suara yang sangat besar.
Ketika amplifier feedback muncul, audience tersentak dan biasa melihat kembali ke ruangan, berharap seseorang yang bertanggung jawab pada sound dapat memperbaikinya. Sound engineer dapat menentukan volume dan frekuensi, dan harus memiliki beberapa langkah untuk mencegah feedback. Sementara itu seseorang memegang mic juga dapat memainkan peranan dalam menyebabkan amplifier feedback.
Jika seseorang memegang mic melangkah kedepan speaker, pantulan akan sangat mungkin terjadi. Hal ini terjadi karena amplifier feedback seperti wireless microphone yang menjadi omnidirectional dan membolehkan performer untuk berjalan kedepan speaker. Semakin dekat mic dengan speaker, semakin keras feedback yang dihasilkan. Dan juga jika speaker atau penyanyi memegang mic jauh dari mulut mereka, soung engineer harus menaikkan volume.
Incoming search terms:
- cara memperbaiki amplifier
- servis amplifier
- cara memperbaiki ampli
- memperbaiki amplifier
- cara servis amplifier
- reparasi amplifier
- Perbaikan amplifier
- cara perbaiki amplifier
- cara reparasi amplifier
- mengatasi feedback pada mic
